Minggu, 01 Februari 2009

Sinopsis Film Laskar Pelangi

Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?

Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.

Film Laskar Pelangi tidak kalah bagus dengan Novel Laskar Pelangi yang juga laris manis. Laskar Pelangi adalah film yang diambil berdasarkan novel karya Andrea Hirata. Novel tersebut telah menjadi inspirasi banyak pembacanya, sebab mengisahkan tentang perlunya pendidikan untuk semua lapisan masyarakat tidak hanya di kota tapi di seluruh negeri. Novel tersebut telah terjual hingga jutaan eksemplar.

NovelLaskar pelangi” ,adalah kisah nyata tentang 10 anak kampung dari Pulau Belitong, Sumatera. Mereka bersekolah di SD yang kondisi bangunannya nyaris rubuh, jika malam dijadikan kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak mencapai 10 sebagai persyaratan minimal.

Awal liburan lebaran kali ini 25 September 2008 diramaikan dengan diputarnya sebuah film keluarga yang diadaptasi dari sebuah novel yang banyak digandrungi itu. Apa lagi kalo bukan Laskar Pelangi, sebuah novel karya Andrea Hirata yang lagi ngetop. Versi layar lebarnya digarap oleh Miles Films dengan sutradara Riri Reza serta produser Mira Lesmana.

Sedangkan soundtrack diisi antara lain oleh Nidji, Gita Gutawa, Sherina dan lain-lain. Para pemainnya pun tidak main-main dari diambil dari pemain populer Ikranagara, Cut Mini, (lagi-lagi) Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Mathias Muchus sampai dengan si Oneng alias Rieke Diah Pitaloka.

Tentang Tetralogi Laskar Pelangi

Novel pertama Andrea Hirata, Laskar Pelangi, telah berkembang bukan hanya sebagai bacaan sastra, namun sebgai referensi ilmiah. Novel ini banyak dirujuk untuk penulisan skripsi, tesis dan telah diseminarkan oleh birokrat untuk menyusun rekomendasi kebijakan pendidikan.

Adapun dalam novel keduanya, Sang Pemimpi, Andrea Hirata menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi anak Melayu kampung: Ikal dan Arai.

Novel Edensor, adalah novel ketiga dalam tetralogi Laskar Pelangi. Novel ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri dan penaklukan-penaklukan yang gagah berani.

Novel keempat, atau terakhir dalam rangkaian empat karya tetralogi Laskar Pelangi, adalah Maryamah Karpov. Dalam Maryamah Karpov, dengan saterinya yang khas, ironi yang menggelitik dan intelegensia yang meluap-luap namun membumi, Andrea Hirata berkisah tentang perempuan dari sudut pandang yang amat jarang diekspos penulis Indonesia dewasa ini.